Dulu ada seorang mahasiswa di Jurusan Matematika pada sebuah
Universitas paling ternama di Pantai Timur Amerika, sebut saja
namanya Ralph. Nah si Ralph ini mahasiswa tingkat dua yang paling
malas, dan paling bodoh di angkatannya, dia paling nggak termotivasi
dibanding temen-temen lainnya.Datengnya sering telat dan kadang-
kadang tidur kalo dosen nerangin suatu rumus.
Pada hari Jum'at pagi, Si Ralph datang terlambat di kelas Professor.
Rowan seorang dosen Matematika paling senior di kampusnya. Melihat
si Ralph dateng telat, Profesor cuek aja sambil nulis tiga soal di
papan tulis. tanpa tanya kanan kiri Ralph langsung saja mencatat
soal yang dituliskan Profesor dan memang kebiasaan Profesor ini kalo
kuliah udah mau selesai ia selalu menuliskan PR untuk dikerjakan
mahasiswanya. Ralph berpikir kalo dia rajin ngerjain PR minimal
ujian semesternya bisa terbantu.
Seusai kelas Profesor Rowan, Ralph nggak ada kelas, jadi dia
langsung ke Asramanya dan menaruh tas-nya lalu bermain basket
sebentar dengan anak-anak Fisika di depan asrama. Setelah puas
diguyur keringat ia duduk di tangga pintu asrama dan minum Gatorade
nggak lama kemudian ia teringat PR-nya, jam sudah menunjukkan jam 3
sore, pada dasarnya Ralph ini suka Matematika tapi cuman dia males
aja kalo disuruh berkompetisi dia jadi selalu nyantai.
Dia naik tangga menuju kamarnya di lantai dua, tanpa pikir lagi dia
bongkar buku-buku kuliah dan mulai mengerjakan PR Profesor Rowan.
Matanya mengernyit soal ini keliatan mudah, tapi diotak-atik kok
susah banget, dengan segala pendekatan aljabar yang ia ketahui soal
ini belum juga terpecahkan. Jam sudah menunjukkan jam 12 malem, tapi
si Ralph ini belum juga beranjak dari tempat duduknya. Teman
sekamarnya Elliot yang juga mahasiswa Matematika keliatan nyante
aja, dia nggak ngerjai PR yang diberikan Profesor Rowan, tapi Ralph
nggak berpikir ke arah sana, pikirannya hanya tertuju pada soal itu.
Hari memasuki minggu sore, dan satu persatu soal terpecahkan. Tepat
jam 7 malam semua soal selesai. Ralph sama sekali tidak tidur.
Setelah soal selesai Ralph mengambil selimut dan menyelinap di
dalamnya lalu tertidur pulas. Hari senin kebetulan ada kelas
Profesor Rowan jam 8 pagi, jadi PR-nya bisa ia berikan....
"Bravo....Bravo. ..Amazing, Luar Biasa....Jenius! !!!" teriak Profesor
Rowan dadanya melebar, mulutnya tertawa lebar, jenggot putihnya yang
tebal dan menempel di pipinya yang tembem bergerak-gerak. "Hari ini
kita membuat sejarah, bahwa persoalan Matematika yang tidak bisa
diselesaikan selama seratus lima puluh tahun lalu, dan soal ini
sudah menjadi perdebatan besar di Akademi-Akademi Ilmu Pengetahuan
seluruh Eropa dan Amerika di abad lalu, sampai sekarang terpecahkan
berkat...hmmmm. .." mata Profesor Rowan mengernyit, bibirnya rapat
dan giginya sekali-kali menggigiti bibir bawahnya. "Terus terang
saja mahasiswa tidak saya suka, karena malasnya dan bodohnya...tapi
itu dulu sekarang baru tahu saya bahwa dia jenius...Ralph maju ke
depan dan tulis soal serta pemecahannya yang kamu buat, saya
rekomendasikan kamu untuk berbicara di pertemuan profesor Matematika
bulan depan"
Ralph terbengong-bengong mendengar ucapan Profesor Rowan. Ia
berbisik ke Mathilda yang duduk disampingnya "Hei, Mathilda kemaren
emang bukan PR ya?"
"PR, Gundulmu.... itu soal Matematika yang tidak bisa terpecahkan dan
Profesor Rowan nulis di papan tulis supaya kita catet aja, boro-boro
mau ngerjain liat aja susah"
Gedubrak, tiba-tiba Ralph pingsan.
Ralph mengerjakan soal itu tanpa beban, karena ia mengira itu hanya
PR biasa, ia tidak dihantui pikiran bahwa soal itu adalah soal yang
tidak terpecahkan lebih dari satu abad, ia tidak melihat kebesaran
soal itu. Sementara teman-teman yang lainnya belum apa apa sudah
dihantui sulitnya soal itu, karena tahu dari mulut Profesor Rowan
bahwa ini soal yang tidak bisa terpecahkan lebih dari satu abad.
Bisakah anda menarik pelajaran dari cerita ini?

Comments
No response to “Mahasiswa Jenius”
Post Comments (Atom)
Post a Comment |
Post a Comment